Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Jika Suami Overprotektif

Di dalam sebuah pernikahanm saling mencintai merupakan salah satu syarat yang dianggap penting oleh banyak pasangan. Namun demikian, ternyata ini saja seringkali dianggap tidak cukup, Seorang suami juga diharapkan mampu memberikan nafkah lahir batin, mampu menjadi pemimpin dalam keluarganya serta mampu melindungi semua anggora keluarga, baik istri maupun anak-anaknya. Akan tetapi pada kenyataannya, harapan-harapan ini tidak selelau terpenuhi. Ada suami yang tidak memberikan nafkah, ada yang tidak berhail memimpin anggota keluarganya, dan ada yang terlalu melindungi atau overprotektif.

Benar bahwa seorang suami wajib melindungi istrinya. Akan tetapi melindungi di sini, bukanlah lantas melarang istri melakukan kegiatan di luar rumah, membatasi kegiatan istri sesuai dengan keinginan suami, seperti mengharuskan istri diantar dan didampingi oleh suami atau oleh orang yang dipercaya suami setiap kali pergi atau tidak memberikan kesempatan kepada istri untuk membeli kebutuhannya sendiri. Semua dipenuhi suami berdasarkan pilihan suami sementara istri tinggal menerima saja. Jika suami telah melakukan bentuk perlindungan seperti ini, tak salah lagi ia adalah suami overprotektif.

Adabanyak sebab yang membuat suami bersikap overprotektif. Bisa jadi karena rasa cintanya yang terlalu besar kepada istri. Atau karena suami tidak yakin akan kemampuan istri dengan kata lain suami tidak percaya pada istrinya. Ketidakpercayaan ini dapat disebabkan oleh sikap suami yang memang tidak mudah percaya kepada istri atau memang istrinya betul-betul tidak dapat dipercaya sehingga perlu diawasi secara ketat. Selain itu, adanya keinginan suami menunjukkan kekuasaannya dan besarnya sikap egois dalam diri suami. Ada pula suami yang bersikap overprotekti karena meniru sikap ayah terhadap ibunya. Dalam hal ini, ia menganggap sikap seperti ini (overprotektif) merupakan hal yang wajar-wajar saja, dan umumnya ia memiliki kepercayaan diri yang cenderung lemah.

Sikap suami yang overprotektif jelas tidak membuat istri yang nyaman dan bahagia. Terlebih lagi, apabila alasan sikap suami yang overprotektif lantaran istri dianggap tidak dapat dipercaya atau tidak mampu dilepas sendiri. Dampak negatif paling utama yang dirasakan istri adalah kehilangan kebebasan. Padahal secara psikologis, setiap manusia menginginkan kebebasan, tentunya sesuai dengan rambu-rambu yang benar. Selain itu, sikap suami yang overprotektif membuat hubungan suami istri menjadi tidak seimbang. Suami terkesan lebih tinggi atau lebih berkuasa daripada istrinya. Alhasil, suami lebih "berkembang" ketimbang istrinya. Dengan sendirinya, kondisi ini akan berdampak buruk pada pola hubungan suami istri.

Seypgyanyaa pernikahan tidak membuat siapapun baik suami, istri, maupun anak-anak menjadi terhambat perkembangannya, baik secara fisik atau mental. Pernikahan hendaknya menjadi salah satu sarana untuk dapat berkembang sesuai dengan kapasitasnya. Karena itu, perlu ada suatu usaha untuk menyikapi suami yang overprotektif.

Usaha pertama yang perlu dilakukan adalah introspeksi diri untuk mencari penyebab mengapa suami bersikap overprotektif. Apabila penyebabnya ada diri istri, maka perlu dikaji lebih dalam, hal-hal apa yang membuat suami menjadi overprotektif. Apakah karena perilaku istri yang tidak dapat dipercaya misalnya, istri bukanlah sosok yang mampu mandiri? Kalau jawabannya ya, berarti istri harus mampu memperbaiki dirinya. Sebaliknya jika penyebabnya ada pada diri suami, umpamanya ia termasuk orang yang kurang percaya diri, maka cobalah mengajak suami untuk berdiskusi. Mintalah pendapatnya apabila ingin melakukan sesuatu dan jangan lupa untuk memberikan penghargaan saat suami melakukan sesuatu yang patut dihargai, misalnya saja, suami mengijinkan istri pergi ke mal, maka ucapkan "Terima Kasih" sebagai bentuk penghargaan istri kepada sang suami.

Sementara itu, bila penyebabnya adalah keinginan suami untuk emnunjukkan kekuasaan atau sikapnya yang egois, jangan berusaha membantahnya! Cobalah untuk mengemukakan apa yang diinginkan tanpa harus mengkritiknya. Terlepas dari ketiga penyebab diatas, alangkah baiknya apabila suami diajak bicara dari hati ke hati. Perlu diperhatikan bahwa yang paling sulit dari ketiga penyebab diatas, adalah menyikapi suami yang ingin menunjukkan kekuasaan atau bersikap egois. Karena itu, apabila diperlukan mintalah bantuan pihak ketiga atau orang yang disegani suami untuk mengingatkan sikap suami yang overprotektif.

Jangan lupa!

  1. Berikan suami sentuhan kasih sayang, misalnya dengan memberikan senyuman, sanjungan, belaian, dan bersikap manja.
  2. Lakukan komunikasi seefektif mungkin, dengan banyak bercerita dan bertanya, akan tetapi bukan menginterograsi
  3. Hindari untuk memberikan kritikan
  4. Berikan pujian dan meminta pujian dari suami
  5. Ajak suami untuk rekreassi bersama
  6. Ciptakan suasana rumah yang hangat
  7. Rancang kegiatan di rumah yang menyenangkan

Sejatinya, menyikapi sikap suami yang overprotektif tidaklah mudah. Perlu waktu untuk itu, namun bukan berarti tidak dapat diatasi.

 

Harga Seorang Menantu

Banyak permasalahan yang timbul antara menantu dan mertua dalam kehidupan sehari-hari. Perselisihan-perselisihan yang mungkin masih bisa ada titik temu jika keduanya mau saling menghargai. Nah, berikut ini ada secuil kisah yang bisa menggambarkan perselisihan yang timbul antara mertua dan menantunya, yang mungkin juga sedang kita alami atau terjadi di sekeliling kita.

Beberapa waktu lalu saya dan suami mampir ke rumah seorang kawan saya yg baru menikah beberapa bulan.. pas disana juga ada ibu mertua kawan saya ini..
si suami kawan saya ini berkata, "alhamdulillaah saya memiliki seorang istri yg baik, yg membantu saya dalam segala hal.."
tetapi kemudian ibunya yang juga ibu mertua kawan saya menyahut,"ya iyalah buat apa punya istri kalo kamu masih cuci baju sendiri, ngepel, nyapu? itu kan guna kamu punya istri."
kami semua lantas terdiam dan hanya tersenyum menanggapi ucapan sang ibu.. tampak jelas dari wajah kawan saya terlihat sedih dan wajah suaminya terlihat tidak enak pada kami..

Read more: Harga Seorang Menantu

Kiat Mengakhiri Perselingkuhan

Boleh dikatakan bahwa mengakhiri perselingkuhan itu sama sulitnya dengan menghentikan kecanduan obat. Pada pecandu obat, obat memberi orang tersebut perasaan istimewa, sehingga membuat orang tersebut menjadi kecanduan. Perselingkuhan juga menimbulkan perasaan istimewa pada saat-saat tertentu, dan hal itu membuat seseorang berselingkuh  atau mengkhianati pasangannya.

Mengakhiri suatu hubungan perselingkuhan seperti halnya menghentikan pemakaian obat. Sakit pada awalnya, tetapi ketika hal itu Anda lakukan dengan kesungguhan hati, dengan melakukan perbaikan diri, niscaya Anda akan mendapatkan kembali kebahagiaan yang mungkin sudah lama hilang.

Ada banyak hal yang membuat seseorang sangat sulit mengakhiri perselingkuhannya. Bisa jadi Anda sulit mengakhiri perselingkuhan karena Anda tidak yakin  hubungan dengan pasangan Anda akan membaik. Bila memang Anda ingin membangun kembali hubungan Anda dengan pasangan, tidak ada jalan lain selain mengakhiri hubungan secara total dengan teman selingkuh Anda.

Ada hal lain yang mempersulit untuk mengakhiri perselingkuhan yaitu Anda cemas atas reaksi dari teman selingkuh Anda, ketika Anda mengakhiri hubungan perselingkuhan tersebut. Banyak cara yang dilakukan oleh teman selingkuh agar hubungan tersebut tidak akan pernah berakhir. Dia merasa bersedih dan merengek tidak ingin hubungan ini berakhir, membuat hati Anda luluh sehingga sulit untuk memutuskan hubungan perselingkuhan Anda. Sekali lagi, kembali kepada Anda. Jika Anda punya tekad yang bulat, segala bentuk apapun yang dilakukankan oleh teman selingkuh Anda agar hubungan tersebut tidak pernah berakhir harus Anda hentikan.

Agar Anda dapat memutuskan hubungan perselingkuhan ini, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini.

Putuskan Samasekali. Bila Anda memutuskan untuk mengakhiri sebuah affair, Anda harus tegas dan tuntas dalam keputusan ini. Anda musti berkomitmen untuk benar-benar menamatkannya dan bukan sekadar keputusan sambil lalu.

Ucapkan Selamat Tinggal. Ucapkan selamat tinggal yang terakhir kepada kekasih Anda. Anda bisa melakukan ini dengan berhadapan langsung dengannya atau mengirim surat atau email. Cara yang Anda pakai untuk memberitahu kekasih Anda ini bergantung pada seberapa lama perselingkuhan Anda dan seberapa baik Anda bisa menduga reaksi kekasih Anda nantinya. Memberitahu selingkuhan Anda bahwa Anda menamatkan hubungan dengannya bisa menimbulkan tindakan-tindakan ‘balas dendam’ yang tidak Anda kehendaki. Karena iu, berhati-hatilah pada tindakan dan ucapan Anda.

Putuskan Semua Hubungan. Setelah Anda mengucapkan selamat tinggal, Anda harus memutuskan semua hubungan dengan selingkuhan Anda. Jangan berhubungan lewat apa pun, baik menelpon langsung, SMS, chatting, email atau bahkan titip pesan lewat teman. Mungkin Anda perlu mengganti nomor HP, alamat email, dan blok semua nomor telepon, nomor HP dan alamat email mantan selingkuhan Anda. Walaupun ketika mengucapkan selamat tinggal Anda saling menjamin untuk tetap berteman, tetapi Anda tetap harus mematikan semua hubungan (sampai waktu yang tak terbatas; khususnya sampai setelah Anda sungguh-sungguh bisa saling percaya kembali dengan pasangan). Anda harus melakukan hal ini sebagai komitmen pada keputusan yang sudah Anda ambil.

Ubahlah Jadwal Hidup Anda. Kalau biasanya Anda bertemu selingkuhan saat sarapan di restoran tertentu, maka Anda harus pergi ke restoran lain untuk sarapan. Bahkan, tak pernah lagi datang ke restoran itu saat sarapan. Lebih bagus lagi, sarapanlah di rumah bersama dengan pasangan Anda. Mengubah jadwal dan pola hidup akan mengalihkan pikiran dan perasaan Anda terhadap selingkuhan Anda dan hal-hal yang biasa Anda lakukan berdua.

Beritahu Sahabat-sahabat Anda. Teman-teman dekat Anda adalah kelompok pendukung dan bisa membantu Anda melupakan penyelewengan Anda. Mereka juga bisa mengingatkan Anda pada komitmen Anda untuk mengakhiri perselingkuhan. Mereka juga bisa memberikan ketenangan dan kedamaian yang Anda butuhkan selama proses ini. Teman-teman yang mengetahui penyelewengan Anda pasti dengan suka cita akan mendukung keputusan Anda menamatkannya dan dengan senang mambantu Anda menjalani proses yang berat ini.

Berkonsentrasilah pada Pasangan Anda. Beri perhatian penuh pada pasangan Anda, tetapi jangan sampai mendekati titik muak atau tersedak. Ingat bahwa penyelewengan Anda punya dampak jauh lebih berat pada perasaan, harga diri dan kepercayaan pasangan Anda. Karena itu, saat Anda menghabisi penyelewengan, Anda harus membangun kembali hubungan Anda dengan pasangan. Andalah yang punya kewajiban untuk mengembalikan rasa percayanya. Rasa percaya bukanlah hadiah. Lagi pula, pasangan Anda adalah pendukung utama Anda agar Anda bisa melupakan selingkuhan Anda.

Mengakhiri hubungan apa pun memang terasa berat dan menyakitkan, penuh ketidakpastian dan rasa kehilangan. Akan tetapi, kalau Anda ingin mendapatkan kembali rasa percaya dari pasangan, keluarga dan teman-teman, maka Anda musti sungguh-sungguh, dengan hati teguh menamatkan perselingkuhan Anda. Dalam proses ini, Anda juga harus memelihara kehormatan dan harga diri, agar pada waktunya nanti, setelah semua luka hati sembuh, Anda telah melupakan penyelewengan yang semustinya tidak perlu terjadi sama sekali.

Sumber: Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D