Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Menciptakan Ikatan Yang Sempurna

Seseorang mengunjungi agen comblang untuk mencari pasangan, dan meminta,"Saya sedang mencari seorang pasangan. Tolong bantulah saya untuk mencari seseorang yang tepat."

Sang agen pun merespon permintaan orang tersebut,"Pasangan yang Anda inginkan seperti apa, Tuan?"

Akhirnya orang itu merinci kriteria pasangan yang sangat diinginkannya,"Berpenampilan menarik, punya rasa humor, sporty, berpengetahuan, pandai menyanyi dan berdansa. Bersedia menemaniku seharian penuh selama jam-jam luangku, jika aku sedang tidak keluar rumah. Bertutur kepadaku ketika aku membutuhkan kisah-kisah yang menarik dan mau diam saat aku butuh istirahat."

Petugas itu mendengarkan dengan seksama semua perkataan orang tersebut. Kemudian petugas itu menjawab,"Saya paham apa yang Anda butuhkan. Anda butuh televisi."

Dari ilustrasi diatas kita dapat mengambil sebuah kesimpulan. Ada sebuah ungkapan bahwa jodoh yang sempurna hanya bisa ditemui pada seorang istri yang buta dan seorang suami yang tuli. Pasalnya, istri yang buta tidak dapat melihat kesalahan-kesalahan lahiriah suaminya dan suami yang tuli tidak mampu mendengar omelan istrinya. Banyak pasangan yang bertindak bagai seorang buta dan tuli ketika mereka pada tahap pacaran, dan memimpikan ikatan yang sempurna yang terus menerus. Sehingga semua nampak begitu indah dan menganggap semua tampak sempurna.

Sayangnya, ketika kenikmatan cinta yang direguk itu berlalu tanpa ada peneguhan komitmen, mereka sadar dan mendapati bahwa ikatan perkawinan, bukanlah ranjang yang bertabur bunga. Dan mimpi burukpun mulai melanda. Ujung-ujungnya, hanya penyesalan dan tragisnya perceraian adalah jawabannya dengan dalih sudah tidak ada keserasian dan kesepahaman.

Mencari Jawaban Dan Sikap Terbaik Ketika Ditanya Kapan Nikah!!

Semua pasti udah pada tahu kalau yang namanya lahir, rezeki, jodoh dan mati itu sama-sama takdir Allah. Kita nggak pernah bisa milih mau lahir di keluarga mana, berapa rezeki yang kita dapatkan, atau berjodoh dengan siapa serta kapan mati. Kita nggak pernah bisa menentukan itu semua bukan. Apa yang bikin bete dari ditanya "Kapan nikah?" ialah kita sejatinya nggak pernah bisa menentukan itu semua, betul pernikahan bisa direncanakan dan kalau Allah ridho ya mudah bagi Dia untuk mengabulkannya.

Tapi hal yang terjadi bisa sebaliknya. Persiapan pernikahan udah pol banget beberapa jam lagi pun nggak jarang bisa batal karena salah satu pasangan mati misalnya. Ya, mati.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa yang namanya rezeki, umur, pekerjaan dan kebahagiaan atau kecelakaan termasuk jodoh udah ditentukan sama Allah SWT bahkan sebelum seseorang lahir ke dunia.

“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia.” (HR. Bukhari)

Kalo mau husnuzon nihh, kebanyakan orang yang nanya "Kapan nikah?" niatnya baik dan beranggapan kalau nikah itu salah satu momen bahagia semua orang. Jadi ya mereka nanya seperti itu karena nggak sabar pengin lihat satu momen bahagianya kita.

Meski tak bermaksud mengolok, candaan dan pertanyaan serius “kapan nikah” kerap kali terlontar. Kalau cuma sekali atau dua kali, pertanyaan itu enak dicerna dan dianggap angin lalu belaka. Tapi apa jadinya jika pertanyaan seputar ini selalu ditanya lagi dan lagi, tersindir disini dan disana. Sampai-sampai seolah para jomblo kehabisan cara untuk menjawab hal senada.

Tak jarang yang terjadi justru sebaliknya... kita yang masih memegang teguh status single ini sering tersakiti hatinya dan tertekan dengan pertanyaan "Kapan nikah?". Calon belum ada, kerjaan belum mapan, mau sering silaturahmi ehhh ditanya gitu mulu, akhirnya beban menumpuk itu nggak jarang bikin kita depresi.

Intinya apa yang ada di benak si penanya "kapan kawin?" dan orang yang ditanya itu frekuensinya nggak nyambung. Mulailah pertanyaan itu jadi trending topic sejagad dan pembahasannya nggak pernah kelar sampai sekarang.

Read more: Mencari Jawaban Dan...

Jasa Istri yang Sering Terlupakan Oleh Suami

Seandainya suami mengetahui perasaan perih yang luar biasa ketika proses bersalin, sudah barang tentu tidak akan melakukan hal yang membuat sakit dan melukai istrinya. Banyak kebaikan dan jasa seorang istri yang mungkin terlupakan atau luput dari perhatian seorang suami. Apa saja kebaikan seorang istri :

1. Kebersediannya untuk menjadi teman hidup, mendampingi perjalanan hidup anda dengan status sebagai istri adalah berkah dari Allah, niat tulus hatinya meski dia tidak mengetahui apakah kelak ia akan bahagia ataukah tidak dalam perjalanan mengarungi kerasnya gelombang hidup adalah hal yang mungkin tidak anda perhatikan ;

2. Nikmat Allah dengan diberikannya seorang istri adalah tunduknya pandangan, hidup anda (suami) lebih terarah dan fokus, tidak macam-macam dan berlaku aneh, terhindar dari maksiat kepada Allah.

3. Dialah yang selalu anda dalam terpaan panas terik, dinginnya malam. tak pernah jauh melewati suka dan nestapa. pendengar yang baik dari keluh kesah anda.

Read more: Jasa Istri yang Sering...