Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Seseorang mengunjungi agen comblang untuk mencari pasangan, dan meminta,"Saya sedang mencari seorang pasangan. Tolong bantulah saya untuk mencari seseorang yang tepat."

Sang agen pun merespon permintaan orang tersebut,"Pasangan yang Anda inginkan seperti apa, Tuan?"

Akhirnya orang itu merinci kriteria pasangan yang sangat diinginkannya,"Berpenampilan menarik, punya rasa humor, sporty, berpengetahuan, pandai menyanyi dan berdansa. Bersedia menemaniku seharian penuh selama jam-jam luangku, jika aku sedang tidak keluar rumah. Bertutur kepadaku ketika aku membutuhkan kisah-kisah yang menarik dan mau diam saat aku butuh istirahat."

Petugas itu mendengarkan dengan seksama semua perkataan orang tersebut. Kemudian petugas itu menjawab,"Saya paham apa yang Anda butuhkan. Anda butuh televisi."

Dari ilustrasi diatas kita dapat mengambil sebuah kesimpulan. Ada sebuah ungkapan bahwa jodoh yang sempurna hanya bisa ditemui pada seorang istri yang buta dan seorang suami yang tuli. Pasalnya, istri yang buta tidak dapat melihat kesalahan-kesalahan lahiriah suaminya dan suami yang tuli tidak mampu mendengar omelan istrinya. Banyak pasangan yang bertindak bagai seorang buta dan tuli ketika mereka pada tahap pacaran, dan memimpikan ikatan yang sempurna yang terus menerus. Sehingga semua nampak begitu indah dan menganggap semua tampak sempurna.

Sayangnya, ketika kenikmatan cinta yang direguk itu berlalu tanpa ada peneguhan komitmen, mereka sadar dan mendapati bahwa ikatan perkawinan, bukanlah ranjang yang bertabur bunga. Dan mimpi burukpun mulai melanda. Ujung-ujungnya, hanya penyesalan dan tragisnya perceraian adalah jawabannya dengan dalih sudah tidak ada keserasian dan kesepahaman.