Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana orang di jaman dulu mengundang para tamu untuk datang ke pestanya? Hingga awal abad 16, masih banyak orang buta huruf, oleh sebab itu mereka yang hendak mengadakan pesta menyewa seseorang untuk meneriakan pengumuman undangannya di tengah kota. Biasanya yang datang sebagai tamu adalah mereka yang mendengar pengumuman tersebut terkecuali musuh keluarga yang punya acara.
Pada saat itu hanya keluarga kaya atau bangsawan sajalah yang memiliki tradisi mengirim surat undangan. Biasanya mereka membayar khatib yang dikenal memiliki tulisan tangan yang bagus untuk menuliskan surat undangan. Tidak lupa dalam undangan tersebut digambarkan pula lambang keluarga dengan tujuan agar mereka yang buta huruf pun tahu siapa yang mengundangnya.

Asal usul kertas tissue dalam undangan

Kita seringkali mendapatkan kertas halus nyaris transparan terselip dan menempel pada kartu undangan, awalnya ini bukan salah satu karya seni atau gaya-gayaan. Sebelum ditemukan alat printing modern seperti sekarang ini, tulisan pada kartu undangan dicetak dengan menggunakan plat baja yang diukir. Dalam proses pencetakan, pada plat tersebut sering kali terdapat tumpukan tinta yang menggumpal yang kemudian menempel di kertas. Agar gumpalan tinta tidak menempel kemana-mana, maka digunakanlah lapisan tissue di atas kartu yang baru saja dicetak. Setelah diperhatikan ternyata lapisan tipis tersebut memberi efek manis dan menjadi tradisi. Sekarang lapisan ini lapisan tisu tersebut sering digantikan dengan kertas kalkir bermotif menarik.

Kartu undangan modern

Seiring berjalannya waktu, model kartu undangan pun mengalami perubahan baik pada penampilan hingga kualitasnya. Dahulu kartu undangan umumnya berwarna putih polos dengan isi tulisan sederhana namun kini kartu undangan kaya dengan warna hitam sampai oranye sesuai dengan selera penyelenggara undangan. Ide tampilan pun beragam seperti halnya sebuah seni fashion yang terus berubah, memiliki tema dan gengsi. Oleh sebab itu kartu-kartu undangan modern tampak memiliki kesan mewah, elegan, unik dan memiliki daya seni artistik tinggi.
Untuk menciptakan sebuah kartu undangan istimewa, Anda cukup menuangkan impian untuk dijadikan temanya kemudian tambahkan sedikit sentuhan menarik yang menjadi ciri khas pribadi Anda dan pasangan, dan akhiri dengan realitas yang diciptakan oleh pembuat kartu undangan kepercayaan Anda.

Kartu yang gaya

Kartu undangan dengan desain bergaya klasik masih digemari. Tampilan klasik dapat diperoleh dari bahan dasar kertas berwarna gelap dengan ditambah motif rumit yang dicetak dengan tinta emas sehingga memberi kesan kontras yang menawan.
Pada bagian dalam bisa ditampilkan foto pasangan mempelai dengan busana dan cerita foto yang bertema sama dengan kartu sampul. Untuk bagian informasi nama pasangan, keluarga mempelai, waktu dan tempat resepsi sebaiknya dipilih kertas warna terang yang lembut dengan tulisan dari tinta warna gelap agar mudah dibaca oleh para undangan dan tetap memberikan kesan manis.

Trik cetak pemikat

Dengan kemajuan teknologi percetakan sekarang ini, tulisan dan motif ukiran pada kertas tidak hanya menggunakan tinta saja. Saat ini Anda dapat menentukan bermacam pilihan bahan untuk mempercantik kartu undangan yang akan diberikan kepada calon tamu istimewa. Ada beberapa pilihan teknik cetak yang menarik seperti foil dan spot UV yang memberikan kesan timbul sekaligus mengilat pada kertas, laser cutting untuk menampilkan hasil ukiran yang berlubang dan flocking, sebuah teknik cetak beludru yang anggun.
Bagi Anda yang bersiap ingin membuat kartu undangan pernikahan, kami memberikan saran agar Anda memilih desain dan teknik cetak yang paling berkesan di hati untuk mendapatkan kepuasan diri dan menunjukkan identitas kepribadian Anda dan pasangan, juga sebagai apresiasi pada para undangan.

 

Sumber: Javawedding