Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Seputar Mandi Janabat Yang Wajib Diketahui Suami Istri

Mandi Janabat atau yang biasa disebut sebagai mandi besar merupakan mandi yang dilakukan oleh orang yang junub untuk menghilangkan hadats besar. Ada dua kondisi yang menyebabkan orang junub diantaranya adalah ketika mengeluarkan mani baik dalam kondisi sadar atau tidak dan ketika dua alat kelamin pria dan wanita bertemu (berjima') walau tidak sampai mengeluarkan mani.

Jika  mani keluar sewaktu sadar (bangun) maka dikatakan bahwa orang tersebut telah merasakan kenikmatan dengannya. Sebaliknya, jika keluarnya tanpa disertai rasa nikmat maka tidak wajib mandi, seperti keluar mani karena sakit atau yang lainnya. Jika mani keluar saat tidur (mimpi basah) maka mutlak wajib mandi baik merasakan nikmat atau tidak. Maka apabila seseorang bangun tidur dan mendapati basah (bekas mani) di celananya maka dia wajib mandi, sebagaimana hadits ‘Aisyah radhiyallaahu 'anha yang berkata, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang seseorang yang menemukan basah-basah pada pakaiannya, sedangkan dia tidak teringat tentang mimpinya. Beliau bersabda, “Hendaklah dia mandi.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Dihassankan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud). Sebaliknya, jika ia bermimpi dan tidak mengeluarkan mani atau tidak mendapati basah-basah pada celananya maka ia tidak wajib mandi. Dia tidak disebut junub, karenanya hukum janabat tidak berlaku pada dirinya. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallaahu 'anha, “ . . . dan beliau shallallaahu 'alaihi wasallam ditanya tentang seseorang yang teringat tentang mimpinya, tapi tidak menemukan basah-basah. Beliau bersabda, “Ia tidak wajib mandi.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Dihassankan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud).

Read more: Seputar Mandi Janabat...

Potret Keluarga Bertaqwa Dalam Memperoleh Harta

"Maaf ya, rumahnya kecil,” kata pemuda itu kepada istrinya selesai melangsungkan pesta pernikahannya. ‘Kontrakan pula.” Dia berusaha tersenyum meski ada yang terasa membebani. "Tak apa.” Ujar sang istri dengan wajah ridha lagi bahagia. Senyumnya mengembang sempurna. “Jangan terlalu dipikirkan,” lanjutnya, “yang sempit akan terasa luas asalkan hati kita juga lapang.” Hati lelaki muda itu tiba-tiba seperti disergap sejuk embun pegunungan. Tapi tetap dijajakinya pemahaman istrinya. “Bagaimana jika nantinya kita harus mengontrak rumah seumur hidup karena aku tak sanggup membeli rumah untuk kita?”

Istrinya tersenyum lagi. “Tidak apa-apa Sayang,” ujarnya kini dengan nada bermanja. “Punya rumah tidak wajib. Tak memilikinya bukan berarti dosa. Kalau shalat baru wajib. Tidak shalat barulah dosa.” Sang istri tertawa kecil, memperlihatkan betapa manis gigi gingsulnya. Lelaki itu terhenyak makin kagum pada wanita yang sebenarnya belum terlalu dikenalnya. Hanya dua atau tiga pertemuan di rumah seorang ustadz. Tanya jawab singkat tapi bermaknalah yang membuat mereka memutuskan menikah.

Read more: Potret Keluarga...

Hal-Hal Kecil Yang Dilakukan Rasulullah Untuk Istrinya

Rasulullah merupakan sosok suami yang teladan yang begitu memuliakan istri-istrinya. Ada hal-hal kecil yang sering dilakukan oleh Rasulullah kepada istrinya, tapi hal-hal kecil itulah yang membuat wanita begitu dihargai. Apa saja hal-hal kecil itu? Bagi para suami, Anda bisa mencontohnya bagaimana seharusnya memperlakukan istri Anda.

Read more: Hal-Hal Kecil Yang...