Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Lelaki Yang Tidak Layak Dijadikan Suami

Seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya. Dan dialah yang paling bertanggung jawab terhadap semua anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai seorang pemimpin pastinya harus bisa memberikan panutan atau contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam QS An.nisaa: 34  Allah berfirman 

{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ}

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Inilah sosok suami ideal, dialah lelaki yang mampu menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya bagi istri dan anak-anaknya. Memimpin mereka artinya mengatur urusan mereka, memberikan nafkah untuk kebutuhan hidup mereka, mendidik dan membimbing mereka dalam kebaikan, dengan memerintahkan mereka menunaikan kewajiban-kewajiban dalam agama dan melarang mereka dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam, serta meluruskan penyimpangan yang ada pada diri mereka. 

Ada beberapa kriteria lelaki yang tidak patut dipilih sebagai suami. Apa saja kriteria itu? Simak penjelasannya berikut ini.

Read more: Lelaki Yang Tidak Layak...

Sebuah Pesan Tentang Jodoh

Ada beberapa pesan yang berkaitan dengan jodoh. Bagi Anda yang masih sendiri dan belum menemukan belahan jiwa Anda, silakan untuk merenungi pesan-pesan ini.

1. Jangan menikah hanya karena merasa sendiri dan kesepian, atau ingin menikah ketika melihat semua orang sudah menikah, tinggal kita sendiri yang belum menikah. Pernikahan itu bukanlah sebuah trend, ketika satu orang menjalaninya kemudian diikuti yang lainnya, apalagi hanya karena merasa tidak enak selalu terlihat sendiri. Apalagi tidak jarang pula, walau sudah menikah, orang itu tetap merasa sepi dan  sendirian.

2. Jangan pernah menikah karena alasan orang lain. Mungkin sebagian orang ingin segera menikah hanya karena agar orang tua dapat menyaksikan pernikahan sebelum meninggal, agar mereka bahagia dan itu sangat wajar. Tapi lebih baik jika menikah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain. Itu sungguh tidak ada gunanya.

Read more: Sebuah Pesan Tentang...

Komitmen Dalam Membangun Rumah Tangga

Dalam mengarungi biduk rumah tangga, dibutuhkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak dari kedua pasangan suami istri. Karena bisa jadi akibat kurangnya pengetahuan dari keduanya, yang seharusnya sebuah permasalahan disikapi dengan bijaksana malah berubah menjadi kebalikannya. Atau sesuatu yang seharusnya dapat diambil hikmahnya, malah berubah menjadi hukuman atau penyesalan yang tiada ujungnya. Hal-hal yang sebenarnya sepele berubah menjadi persoalan yang berat. Itu semua bisa saja terjadi karena kekurangan dari keduanya.

Sehingga tidak heran pada saat ini banyak sekali keluarga yang mengalami kegagalan dalam membangun sebuah rumah tangga dikarenakan kurang matangnya pasangan suami istri ini dalam menyikapi suatu masalah. Ada hal yang sangat penting yang sering dilupakan pada masa awal membangun rumah tangga yaitu membangun konsep dan komitmen awal dalam berkomunikasi untuk menjadikannya kesepakatan bersama. Alangkah lebih baik jika kesepakatan-kesepakatan bersama itu dibangun sedetail dan seawal mungkin, sehingga setiap value akan terkomunikasikan dengan baik. Jangan sampai dalam perjalanan rumah tangga, harus goyang karena tidak adanya komitmen diantara keduanya. Dan jangan sampai pula anak menjadi korban akibat tidak adanya kesepahaman dalam pola asuhnya.

Read more: Komitmen Dalam...