Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Walau Istri Bekerja Tetap Mengeluh Keuangan Keluarga Kurang, Mengapa?

Pada jaman sekarang di mana perekonomian sedang tidak bagus, menuntut semua orang untuk bekerja lebih keras untuk mencukupi semua kebutuhan keluarga yang banyak. Tidak hanya biaya untuk keperluan sehari-hari, untuk biaya sekolah sudah banyak yang mengeluh. Belum lagi bila tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit. Cukup membuat keuangan keluarga menjadi kacau. Untuk mencukupi semua kebutuhan tersebut, tidak hanya suami saja yang diharuskan mencari nafkah, tetapi istri pun kadang kala ikut pula bekerja. Tetapi anehnya, ketika suami istrinya sama-sama bekerja mengapa masih ada saja keluhan bila pendapatan yang diperoleh keduanya belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mengapa demikian? Apa yang salah dari hal ini?

Mungkin dari pertanyaan tersebut akan muncul jawaban yang bermacam-macam. Tetapi yang dapat menjadi renungan adalah bisa jadi ketika suami istri sama-sama bekerja untuk mencari nafkah, maka rumah tersebut kehilangan keberkahan. Hal itu bisa saja terjadi ketika hak dari anggota keluarga ada yang terabaikan.

Read more: Walau Istri Bekerja...

Cerita Ustadz Felix Siauw Keluar Dari Kesulitan Hidup

Dalam suatu acara talk show yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Bandung, penulis buku dan da’i muda Ustadz Felix Siauw mencoba berbagi cerita bagaimana kisah perjuangannya bersama sang istri di awal-awal pernikahannya. Ustadz Felix bercerita, pada masa awal pernikahannya merupakan masa yang sulit baginya karena Allah benar-benar menepati janjinya, setelah menikah Allah mengujinya. Karena belum memiliki pekerjaan, Setelah menikah, dengan modal yang ada Ustadz Felix mencoba melamar kerja, namun pekerjaan itu tidak juga didapat.
“Gak punya pekerjaan, gak bisa punya kerjaan. kerja Jakarta-Bogor, tapi belum dapat juga. Uang 1,5 juta lama-lama habis. Dan saya masih belum dapat pekerjaan,” katanya dihadapan 300 peserta yang hadir.
Dua bulan setelah menikah, Ustadz Felix, mendapat kabar yang menggembirakan yaitu  istrinya hamil.  Tapi tabungan yang dimiliki sudah menipis, sehingga ustadz Felix dan istri harus rela hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Sampai-sampai untuk beli nasi harus dimakan berdua. “Bukan romantis teman-teman tapi karena kere (miskin),” begitu ujarnya.

Read more: Cerita Ustadz Felix...

Kebahagiaan Membimbing Anak Dengan Tangan Sendiri

Didalam Al-Qur’an, Nabi Musa memiliki ketangguhan mental berkat cinta kasih ibunya. Begitu Pun  dengan Nabi Ismail yang memiliki ketaatan luar biasa, semuanya karena peran orang tuanya sendiri, utamanya sang ibu, Siti Hajar. Namun, pada masa kini peran penting dan strategis ini tidak lagi menjadi pilihan favorit banyak kaum hawa. Kebutuhan ekonomi telah menjadi alasan kuat bagi para orang tua, baik ayah dan ibu untuk lebih aktif terjun ke dunia kerja. Bahkan, tidak jarang karena alasan kerja, banyak anak dititipkan kepada kakek dan nenek, sebagian malah menitipkannya di tempat penitipan anak (baby care).

Dalam konteks merawat dan mendidik anak, tugas ini sebenarnya bukan semata tugas naluriah kemanusiaan, lebih dari sekedar apa pun, merawat anak dengan penuh kesungguhan dan pengorbanan adalah manivestasi dari iman.

Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).

Read more: Kebahagiaan Membimbing...