Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Mahar Pernikahan Yang Paling Baik

Mahar merupakan pemberian yang wajib diberikan oleh calon suami kepada calon istrinya pada saat pernikahan. Dalil yang menunjukkan kewajiban memberikan mahar diantaranya adalah dalam QS. An-Nisaa ayat 4 yang artinya: "Berikanlah mahar kepada wanita yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya”. Selain itu ditunjukkan dalam QS An-Nisaa ayat 24 yang artinya “Maka isteri-isteri yang telah kamu campuri di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban”.

Islam sendiri tidak pernah mengatur besar kecilnya jumlah mahar. Besar kecilnya mahar bisa ditentukan berdasarkan kesepakatan antara calon suami dan istri. Tetapi, ada anjuran untuk mempermudah mahar. Artinya, mahar yang mudah dijangkau oleh calon suami. Dari 'Aisyah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya perkawinan yang besar barakahnya adalah yang paling murah maharnya." Dan sabdanya pula: "Perempuan yang baik hati adalah yang murah maharnya, memudahkan dalam urusan perkawinannya dan baik akhlaknya. Sedang perempuan yang celaka yaitu yang maharnya mahal, sulit perkawinannya dan buruk akhlaknya."

Read more: Mahar Pernikahan Yang...

Menafkahi Istri Atau Ibu, Mana Yang Lebih Dulu

Banyak masalah muncul ketika suami harus dituntut untuk menafkahi istri dan anaknya, dan juga harus menafkahi ibu kandungnya. Dari keduanya, mana yang harus didahulukan, menafkahi ibunya atau istrinya. Bagaimana Islam memandang masalah ini?

Setelah menikah, dalam Islam, seorang suami berkewajiban untuk memberi nafkah kepada isterinya, sedangkan memberi nafkah kepada orang tua bukan termasuk dalam kewajibannya. Ketika seorang suami memberi nafkah kepada orang tuanya itu hanya berupa amal salehnya dalam rangka berbakti kepada mereka.

Dalam Islam jelas bahwa seorang suami bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya. Hal ini ditegaskan dalam Alquran surat an-Nisa ayat 34 dan al-Baqarah 233. Walau istri dalam keadaan mampu, berkecukupan, bahkan kaya, kewajiban untuk memberikan nafkah keluarga tetap menjadi tanggung jawab suami, kecuali kalau isteri ridha dg keadaan yang ada. Namun jika tidak, dan suami tetap tidak mau memberikan nafkah kepada isteri dan anak, maka sang suami berdosa. Rasul saw bersabda, "Cukuplah seseorang mendapat dosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya."

Read more: Menafkahi Istri Atau...

Arti Istri Sholehah Bagi Suami Yang Sholeh

Dikisahkan seorang lelaki yang hendak melamar seorang wanita yang terlihat sangat sholehah.
Untuk lebih mengenal calon suaminya, sang wanita pun  bertanya : "Berapa hafalan Al-Qur'anmu ?"
Sang lelaki menjawab : "Saya tidak hafal terlalu banyak, tapi SAYA INGIN MENJADI LELAKI YANG SOLEH"
Sang lelaki pun kembali bertanya kepada calon isterinya : "Kalau kamu ?"
Calon istrinya kembali menjawab : "Saya hafal juz amma"
Calon istrinya kemudian setuju untuk menikah dengan sang lelaki karena merasa bahwa lelaki itu orang yang jujur.

Read more: Arti Istri Sholehah...