Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Mengalah Untuk Menang

Bagi suami mengalah kepada istri bukan berarti meruntuhkan wibawa. Bagi istri mengalah kepada suami berarti menjalani fitrah sebagai perempuan. Menjadi pasangan suami istri yang harmonis dan saling mencinta, bukan berarti terbebas dari pertengkaran. Bukankah beda pendapat bisa saja terjadi dalam berbagai hal? Pertengkaran pun menjadi mungkin terjadi apalagi pasangan suami istri sama-sama memiliki karakter keras. Bagaimana seharusnya sikap pasangan muslim saat terjadi pertengkaran? Bagaimana pula sikap Rasulullah SAW saat berselisih paham dengan istrinya?

Jalan keluar satu masalah tak akan pernah ditemui jika pasangan menyelesaikannya dengan luapan emosi. Jika suami memaksa menghentikan pertengkaran dengan cara keras, bahkan sampai dengan tindakan fisik, sehingga istri akhirnya dipaksa mengalah, maka yang terjadi sebenarnya adalah dendam dan sakit hati dalam dada istri. Rasulullah SAW ketika menghadapi pertengkaran tidak pernah memperlihatkan secara emosional kepada istri-istrinya. Saat Rasulullah SAW marah kepada Aisyah, beliau mengatakan "Tutuplah matamu!" Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas karena dimarahi oleh Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah berkata, "Mendekatlah!". Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah memeluk Aisyah sambil berkata,"Khumairahku (panggilan sayang untuk Aisyah karena merah pipinya). telah pergi marahku setelah memelukmu."

Read more: Mengalah Untuk Menang

Kisah Suami Yang 15 Tahun Pura-Pura Buta

Maraknya perceraian yang dilakukan di negeri ini, merupakan salah satu tanda mulai sirnanya kesetiaan kepada pasangannya. Memang dalam berumah tangga, akan banyak ditemukan ketidaksesuaian pada diri pasangan kita. Namun, hal itu adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dan, disinilah terletak alasan mengapa menikah diganjar dengan pahala yang berlimpah.

Sejatinya, ketika diri mau sedikit menurunkan ego, apa yang dialami atau dilakukan oleh pasangan kita,  adalah representasi dari diri yang sebenarnya, Misalnya saja, ketika salah satu pasangan belum menunjukkan kebaikan dalam perilaku dan akhlaknya, maka yang harus dilakukan oleh pasangan tersebut adalah saling melengkapi, saling memperbaiki, bukan saling menyalahkan apalagi sampai menghakimi bahwa dirinyalah yang paling benar.

Dalam sebuah kisah diterangkan ada seorang suami yang harus rela meninggalkan istrinya untuk pergi ke medan peperangan. Di tengah berkecamuknya perang, ketika pasukan tambahan baru saja tiba, tersiarlah kabar jika istri dari pria tersebut mengalami suatu penyakit kulit yang menyebabkan kecantikan wajahnya menjadi hilang. Kabar tersebut tentunya menjadi pukulan telak bagi pria tersebut. Sehingga kemudian atas seijin komandan pasukannya, pria tersebut pulang untuk menemani istrinya.

Read more: Kisah Suami Yang 15...

Nasihat Nabi Untuk Para Suami

Empat nasihat ini dikutip Syaikh Fuad Shalih dalam bukunya Liman Yuriidu Az Ziwaaj wa Tazawuj. Sebagai ulama dan penulis buku pernikahan, beliau merasa perlu mencantumkan hadits ini agar para suami berbenah diri, tidak hanya menuntut istri mempersembahkan yang terbaik untuk dirinya, tetapi juga ia mempersembahkan yang terbaik untuk istrinya. Empat nasihat ini secara khusus mengajarkan suami untuk berpenampilan menarik di rumah. Syaikh Fuad Shalih mengatakan: Hal ini diajarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,"Cucilah bajumu, rapikan rambutmu, gosoklah gigimu, dan berhiaslah untuk istrimu."

Read more: Nasihat Nabi Untuk Para...