Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Wahai Wanita, Contohlah Fatimah Az Zahra!

Dibandingkan dengan saudaranya yang lain, Fatimahlah, yang senantiasa mendapatkan jalan hidup nestapa. Sampai-sampai Bunda Khadijah begitu mengkhawatirkan kehidupan Fatimah sepeninggalnya. Dan, memang tak lama kemudian, sang bunda wafat. Sejak itulah Fatimah menjadi tulang punggung rumah Nabi, beliau mencuci, merapikan pakaian, menyediakan makanan serta menghibur hati Nabi ketika hatinya sedang gundah gulana. Fatimah ingin mengabdikan hidupnya kepada ayahnya Nabi Muhammad, hanya saja, Nabi Muhammad telah memilihkan jodoh untuk dirinya. Dialah Ali bin Abi Thalib.

Sejak saat itu Fatimah berpindah ke rumah suaminya dengan hanya membawa gilingan tangan, sebuah mangkuk kayu, dan sebuah karpet dari kapas. Ali pun hanya berbekal baju zirah, yang kemudian dijual untuk dijadikan mas kawin. Sehingga yang tersisa hanyalah pedang dan cerek.

Read more: Wahai Wanita, Contohlah...

Suka Duka Berkeluarga

Di suatu pagi hari, Sayyidina Ali Karomallahu Wajhah bertemu dengan Salman Al Farisi, ayah Abdillah. 

"Hai ayah Abdillah, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Sayyidina Ali kepada Salman Al Farisi. 

"Memasuki pagi hari ini aku berada di aantara empat kesedihan, ya Amirul Mukminin," jawab Salman Al Farisi.

"Apa saja kesedihan itu?" tanya Sayyidina Ali.

"Yang pertama, aku sedih lantaran memikirkan keluargaku yang menuntut makanan kepadaku. Kemudian yang kedua, aku sedih memikirkan perintah Allah terhadapku. Yang ketiga, aku sedih menghadapi bujukan syaitan terhadap ruhku. Dan yang keempat, aku sedih memikirkan tuntutan Malaikat terhadap ruhku," jawab Salman Al Farisi. Jadi selama ini Salman Al Farisi merasa sedih karena tidak bisa memebuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya. Dia pun juga bersedih ketika mengingat perintah Allah untuk selalu memberikan nafkah yang halal untuk keluarganya, tetapi Salman pun sedih setiap ada bujukan syaitan untuk mencoba memberikan nafkah yang tidak halal. Dan ujung kesedihannya ketika mengingat bahwa malaikat pencabut nyawa selalu mengincar dan siap mencabut nyawanya. 

Mendengar penuturan Salman, Sayyidina Ali berusaha menentramkan hati sahabatnya itu. "Hai, ayah Abdillah. Bergembiralah. Keempat kesedihan itu justru akan menambah derajatmu,"kata Sayyidina Ali. Kemudian ia menceritakan perjumpaannya dengan Rasulullah SAW, beberapa waktu lalu. 

Read more: Suka Duka Berkeluarga

Inspirasi Gaun Pengantin Muslim

Bagi seorang muslimah, diwajibkan untuk memakai pakaian yang sesuai dengan syariah. Tidak terkecuali ketika memilih sebuah gaun pengantin, sebaiknya juga sesuai dengan syariah. Diantaranya adalah kainnya harus tebal, tidak ketat dan harus longgar (tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuh), dan menutupi seluruh tubuh.

Saat ini pengantin muslimah memang sudah menggunakan hijab untuk menutup rambutnya. Hanya saja sayangnya hijab yang digunakan terlalu ketat dan terlihat lekuk kepala dan lehernya. Padahal diwajibkan untuk muslimah memakai kerudung sampai menutupi dada. Ditambah lagi, bila sang pengantin menggunakan kebaya yang bahannya sangat tipis dan masih terlihat lekuk tubuhnya, meskipun didalamnya terdapat kain furing atau baju daleman sebagai pelindung, masih tidak bisa memenuhi standar syariah.

Mungkin bagi sebagian orang memakai baju pengantin muslim terlihat sangat sederhana dan agak membosankan, tetapi inilah kewajiban yang harus dijalankan para muslimah. Jika Anda para muslimah yang masih bingung dengan gaun pengantin syar'i itu seperti apa, Anda bisa menyimak beberapa beberapa foto pengantin muslim yang simpel namun tetap cantik dan memakai kerudung yang syari untuk Anda jadikan sebagai inspirasi dalam memilih gaun pengantin.

Read more: Inspirasi Gaun...