Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Bagi Anda yang sudah menemukan pasangan yang tepat, dan berniat untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan selain mempersiapkan pesta pernikahannya. Apa itu? Tentu saja mempersiapkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pendaftaran pernikahan secara resmi ke negara (bila yang beragama muslim ke KUA dan selain muslim ke Kantor catatan sipil). Lantas, dokumen-dokumen apa saja yang harus dipersiapkan? Berikut penjelasannya!

Dokumen Yang Harus Dipenuhi Bagi Yang Mau Menikah

Dokumen-dokumen apa saja yang harus dipersiapkan ketika hendak menikah?
1. Foto copy ktp
2. Foto copy kartu keluarga
3. Foto copy akta kelahiran & ijazah terakhir
4. Pengantar dari Lurah/Kepala Desa berupa surat keterangan menikah (formulir model N1), Surat Keterangan Asal-Usul (Formulir model N2), Surat keterangan tentang orang tua (Formulir model N4)
5. Surat ijin Orang tua jika kedua mempelai dibawah 21 tahun
6. Surat Persetujuan mempelai
7. Surat pernyataan Jejaka/Gadis, DUda/janda, bermaterai Rp 6000
8. Pas Photo Background Biru 4x6 1 lembar, 2x1 2 lembar, untuk masing-masing mempelai
9. Surat dispensasi dari pengadilan bagi Suami dibawah 19 tahun, dan istri dibawah 16 tahun
10. Akta Cerai/kematian untuk berstatus Duda/janda
11. Jika pernikahan dilakukan di KUA lain harus ada Rekomendasi dari KUA Kec. Asal.

Untuk Biaya nikah bila dilakukan di KUA Rp 0,- dan Rpp 600.000 bila dilakukan diluar KUA, yang langsung disetorkan ke bank.

Syarat Khusus / Tambahan

1. Surat ganti nama untuk mempelai yang pernah ganti nama
2. Foto copy Passport, Visa, dan surat keterangan lapor diri dari kepolisian (bagi WNA)
3. Surat ijin dari kedutaan yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Penerjemah Resmi (Bagi WNA)
4. SUrat ijin nikah dari kesatuan bagi TNI/Polri
5. Surat ijin bagi poligami dari Pengadilan Agama untuk pernikahan poligami.

Mengikuti Kursus Pra Nikah

program kursus itu penting untuk membekali para pasangan muda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Salah satu materi dalam kursus pranikah itu sendiri adalah dengan konseling bagi para calon pasangan suami istri.

Dalam kursus, pasangan yang akan menikah juga akan dapat mempelajari perihal hak dan kewajiban utama seorang suami dan istri. Dengan begitu, muncul kematangan dalam menghadapi persoalan sehari-hari dalam keluarga.