Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Mengapa seorang suami mesti mencium kening istri & istri mesti mencium tangan suaminya?
Bahwa semangat & ketenangan lelaki itu terletak pd kening istrinya.
Lalu sumber ketenangan & kekuatan perempuan itu ada di punggung tangan suaminya.
Mengecup kening istri atau mencium tangan suami, hakikatnya sebuah simbol dr satu hal paling mahal dlm hubungan suami isteri.

“Apa itu?”
“Saling percaya”.
Jangan menilai bahwa yang mendorong suami mengecup kening istrinya itu karena birahi.
Tetapi seorang suami mengecup kening istri adalah cara dirinya untuk mendapatkan ketenangan.

Dan perempuan mencium tangan lelaki bukan semata tentang siapa yg lebih tinggi derajatnya, tetapi itu adalah tanda bahwa keikhlasan yang menuntunnya. Karena perempuan juga tahu, di tangan suaminya ada ridha Tuhannya.

Mengapa mesti kening atau tangan?
Kening perempuan adalah sumber ketenangan & semangat bg suami, krn kening adalah saksi dr ketaatan pada Tuhan.
Keninglah, perantaraan tunduk makhluk pada Penciptanya.
Keninglah bagian tubuh pertama yang mengaku, bahwa Tuhan adalah
Maha Tinggi, sementara diri adalah rendah.
Keninglah yang bersujud.
Kening berada paling bawah, sebagai simbol bahwa tiada yang lebih tinggi daripada Tuhan.

Padahal kening adalah bagian tubuh kita yang paling tinggi.
Maka pada kening perempuanlah Tuhan hembuskan sumber ketenangan.
Maka tak heran jika suami bisa merasakan ketenangan setelah mengecup kening istrinya.

Lalu, apakah sama kondisinya dengan tangan suami yang dicium istri?
Perempuan mencium tangan suami bukan semata menempelkan bibirnya.
Ada doa yang ia panjatkan di tangan suami, semata meletakkan doa disana, karena dengan tangan itulah suaminya bekerja untuk orang-orang yang dicintai & disayanginya.

Lewat ciuman di tangan suami, seorang istri sedang memohon pada Tuhannya, agar menjaga tangan suaminya dari hal-hal yang dibenci oleh Allah.
Melalui ciuman yang diletakkan di tangan suami, seorang istri menitipkan doa agar Tuhan menjaga tangan suami untuk menjaga kasih sayangnya & tak mengambil yang bukan haknya...