Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Mencoba Wisata Arung Jeram Sungai Citarik Sukabumi

Mendayung, melawan derasnya air, berbasah-basah ria sambil terpapar sinar matahari, merupakan sensasi rekreatif yang jarang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Sensasi yang dirasakan akan membuat orang ingin mencoba lagi, lagi dan lagi...!

Begitulah perasaan yang akan timbul ketika Anda mencoba wisata arung jeram di sungai Citarik Sukabumi. Dan alangkah lebih seru jika Anda menikmati wisata arung jeram ini beserta teman-teman atau geng Anda.

Biasanya, Anda akan dibagi dalam beberapa kelompok. Dalam satu perahu akan ditempati maksimal empat orang ditambah 2 orang instruktur (pemandu). Sebenarnya jumlah peserta dalam perahu itu disesuaikan dengan debit air. Bila debit air berkurang, jumlah peserta pun harus dikurangi agar perahu bisa melaju.

Read more: Mencoba Wisata Arung...

Menikmati Keindahan Bumi Ranggalawe Tuban

Tuban tidak hanya terkenal dengan minuman tuak, yang bisa memabukkan. Ada banyak tempat bersejarah yang dapat Anda kunjungi. Tuban terletak di tepi pantai Utara Jawa, dengan batas-batas wilayah sebelah utara laut Jawa, Sebelah timur Lamongan, sebelah selatan Bojonegoro, dan sebelah barat Rembang (Jawa Tengah).

Terlihat patung seekor kuda hitam raksasa berdiri kukuh di atas gapura saat memasuki wilayah kota ini. Di sepanjang trotoar jalan utama jalur Surabaya-Semarang, Anda akan langsung disuguhi pemandangan khas, jajaran pedagang kaki lima di kanan kiri yang menjajakan minuman tradisional legen dan tuak. Kedua minuman ini dihasilkan dari pohon aren yang banyak tumbuh di kota Tuban. Selain dibuat minuman, aren juga dijual, karena buah mudanya memiliki rasa khas layaknya buah kelapa muda.

Sebagai daerah pesisir, Tuban yang menjadi salah satu pintu masuk menuju kerajaan Majapahit, memang kaya peninggalan zaman lampau. Bahkan menurut beberapa sumber, kota ini merupakan tempat jatuhnya batu pusaka kerajaan Majapahit yang akan dibawa ke Demak. Oleh karena itu, nama Tuban diambil dari kata Wa(tu) Ti(ban). Sementara patung kuda hitam yang dipajang di gapura, di alun-alun, dan di depan gedung kantor Bupati merupakan kuda kesayangan dari Raden Haryo Ronggolawe yang dikenal sebagai salah satu panglima tentara kerajaan Majapahit, yang kemudian dijadikan sebagai lambang kota ini. Lalu, dimana saja objek wisata yang ada Tuban? Anda dapat menyimaknya berikut ini.

1. Pantai Boom

Saat memasuki kawasan pintu masuk Pantai Boom, Anda akan akan menemukan pintu masuk pantai yang berbentuk seperti layar perahu yang dihiasi juga dengan hamparan taman. Di taman bagian depan ini terdapat dua bangunan berbentuk pendapa dengan prasasti berada di dinding bangunan tentang sejarah Pantai Boom Tuban di Masa Lampau yang mempunyai peranan penting sebagai jalur pelayaran niaga dan pelabuhan pada masa kerajaan Airlangga, Singasari , Majapahit dan masa awal syiar Islam di Tanah Jawa.  Ketika masuk pintu gerbang utama untuk membeli karcis Anda akan disuguhi karya arsitektur luar biasa berupa relief tentara tar tar disebelah kiri gerbang dan relief ronggolawe disebelah kanan gerbang.Baru dipintu gerbang saja, sudah banyak hal menarik yang disuguhkan oleh tempat wisata ini. Tidak jauh dari pintu masuk terdapat sumber air tawar yang mengalir terus menerus. Konon sumur tua merupakan peninggalan belanda, tapi ada juga yang mengatakan ini merupakan peninggalan wali.  Di dalam kawasan pantai, Anda akan menjumpai taman-taman asri yang dihiasi oleh pohon-pohon yang rindang. Disini Anda bisa melakukan jogging atau berjalan-jalan sekedar menikmati suasana pantai.  Di sekitar pantai terdapat jalan yang menjorok ke laut. Jalan ini bisa Anda gunakan untuk menikmati panorama laut. Disini juga terdapat beberapa gazebo yang bisa Anda gunakan untuk melihat pemandangan saat matahari terbit ataupun terbenam. Sangat menakjubkan.

2. Pantai Kelapa Panyuran Tuban

Seperti namanya, pantai ini menyuguhkan panorama indah pepohonan kelapa yang nyiur melambai di sepanjang pantai. Pantai ini berada di desa Panyuran, Kecamatan Palang, dengan jarak hanya 6 km dari pusat kota. Tapi karena posisi pantai yang ada disebuah perkampungan, jadi terkesan pantai ini tersembunyi. Disini Anda juga akan menemukan banyaknya penduduk lokal yang berprofesi sebagai nelayan, dengan berbagai aktifitasnya. Pantai ini sangat indah, teduh dan masih sangat alami. Pantai ini sering dijadikan tempat untuk berkemah juga. Jadi jika Anda ingin merasakan beach camp, bisa mencobanya di pantai ini.

3. Pantai Cemara Dan Mangrove Center

Pantai Cemara menawarkan pesona pantai yang ditepinya berjajar pohon cemara yang rindang. Disini Anda bisa berteduh dan menikmati pesona indahnya pantai.
Di pantai ini, Anda juga akan menemukan Mangrove Center yang dikelola oleh Bapak Ali Mansur. Untuk mengunjungi pantai dan Mangrove Center ini Anda dibebaskan dari biaya tiket masuk. Anda hanya akan dikenakan biaya  untuk penggunaan listrik dan air bersih saja. Kapan lagi coba bisa wisata gratisan gini. Ada berbagai fasilitas seperti gazebo dan juga pondok yang bisa digunakan untuk melakukan pertemuan atau sekedar bersantai. Kabarnya pak Ali Mansur juga sudah melengkapi lokasi setempat dengan jaringan Wi-Fi lho. Keren kan. Dipantai ini, Anda bisa bermain air karena pantainya relatif dangkal dan ombaknya tidak begitu besar. Anda juga bisa melakukan kemah disini. Sungguh tempat yang asyik untuk menghabiskan liburan.

Read more: Menikmati Keindahan...

Menikmati Keindahan Kota Ternate

Gugusan Pulau Maluku dengan keindahan alamnya telah terlihat sejak di udara. Lekuk garis pantai dan potongan pulau-pulau kecil dan besar seperti sebuah puzzle yang menanti untuk disusun.

Ternate yang merupakan ibukota dari pemekaran provinsi Maluku Utara merupakan gunung api dengan luas 40 km2 yang dikelilingi oleh lautan. Kota teramai kedua setelah Ambon di Maluku ini terletak di sebuah pulau kecil di ujung barat Pulau Halmahera.

Sebagai salah satu tempat tujuan wisata, kota ini menjanjikan pesona alami karena belum tersentuh eksploitasi dunia pariwisata. Keelokan pantai, serunya berperahu dari satu pulau ke pulau lain, serta pegunungan yang menghijau membuat kota ini lengkap menyajikan apa yang dicari bagi penyuka wisata petualangan.

Salah satu yang dapat dikunjungi ketika berada di kota Ternate adalah Pasar tradisional Pasar Gamalama. Mungkin Anda akan bertanya, ada apa di pasar Gamalama. Di pasar ini, Anda akan menemukan pemandangan yang sangat menakjubkan. Di latar belakangi gunung gamalama dan di depannya nampak hamparan laut membentang, membuat Anda akan merasa beda. Di sana Anda dapat menuju dermaga ikan, yang menyajikan berbagai macam ikan segar dan besar yang terhempar dalam tumpukan yang menggoda.

Selain ikan juga banyak dijual sagu atau ubi kayu yang diolah membentuk irisan roti yang disebut huda atau orang biasa menyebutnya roti maluku. Selain itu banyak juga dijual biji kenari, buah pala, buah avokad yang besar dan ranum.

Tempat wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah benteng-benteng saksi sejarah. Di kota Ternate banyak ditemukan benteng pertahanan dan istana sultan. Mengapa banyak ditemukan benteng pertahanan, karena sejak ratusan tahun yang lalu, Ternate terkenal akan penghasil rempah yaitu pala dan cengkeh. Hal inilah yang membuat Ternate menjadi rebutan banyak pihak diantaranya Belanda dan Portugis. Dan saat itu pula berkembang satu kerajaan di kawasan tersebut yang dikenal dengan kesultanan Ternate. Oleh sebab itulah terdapat istana kesultanan, dan sampai saat ini rumah sultan Ternate yang telah berusia ratusan tahun yang disebut "kedaton" juga masih ditempati oleh keturunan Sultan.

Benteng pertahanan Portugis yang saat ini masih difungsikan adalah "Kasteel Oranje" yang dipakai sebagai asrama tentara. Benteng yang lain terletak di tengah kota seperti benteng Tolukko, benteng Portugis yang dibangun pada tahun 1512 terletak 2 km arah utara pusat kota ternate. Benteng ini berada di atas bukit batuan beku dengan ketinggian 620cm dari lembah sekitarnya dengan kemiringan 80 derajat menjorok ke permukaan laut.

Sementara benteng Kalamata berada di 3 km arah selatan pusat kota. Benteng yang dibangun pada tahun 1540 sering disebut dengan benteng Santa Lucia atau benteng kayu merah. Kalamata sendiri diambil dari nama seorang pangeran Ternate yang meninggal di Makassar pada tahun 1676.

Agak lebih jauh lagi ke selatan, terdapat benteng Gemlamo yang terletak di kelurahan Kastela. Benteng ini juga dibangun oleh Portugispada tahun 1522. Posisi geografis Maluku dengan dikelilingi laut ini membuat letak benteng pertahanan menyebar di setiap sudut Ternate.

Peninggalan sejarah yang lain adalah masjid kesultanan Ternate yang dibangun  pada pada tahun 1606 oleh Sultan Saidi Barakati. Masih terletak di kelurahan yaitu kelurahan Soa Sio adalah keraton dan museum Sultan Ternate. Keraton ini terawat dengan baik dan banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah.

Bila Anda sudah terpuaskan mengunjungi beberapa benteng yang ada di Ternate, Anda dapat menikmati keindahan alam Moloku Kie Raha. Moloku Kie Raha berarti kerajaan empat gunung di Maluku yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Setiap wilayah ini kaya akan seni tradisional berupa tari-tarian ataupun seni pantun yang disebut dolo balolo. Untuk keindaha  alam Maluku menyajikan keindahan alami.

Garis laut memanjang mengelilingi pulau ini menghasilkan beragam keelokan pantai. Menyusuri ke utara Ternate, terdapat pantai Sulamadaha, pantai yang berpasir hitam ini menyenangkan untuk dipakai bermain air dan mandi di laut. Tampak di tengah laut sebuah pulau yang menghijau yang disebut pulau Hiri. Sebelum mencapai pantai ini perjalanan melewati daerah Batu Angus yaitu sebuah daerah perbukitan yang berisi batu-batu besar berwarna hitam. Batu tersebut merupakan muntahan gunung gamalama yang meletus  1737.

Memasuki kelurahan Takome sekitar 18 km dari pusat kota, terdapat pantai Tolire kecil. Yang unik dipantai ini adalah banyaknya batu dan terletak di sebelah kanan jalan. Sementara satu sisi jalan lain adalah gunung Gamalama.

Read more: Menikmati Keindahan...