Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Siapa yang tidak mengenal Raja Ampat. Kepulauan yang berada di bumi Papua ini  memiliki keindahan alam yang luar biasa. Banyak objek wisata yang tersedia di sana, walaupun wisata penyelamannya mendapatkan perhatian yang utama. Menurut berbagai sumber, perairan Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Kepulauan Raja Ampat terdiri atas empat pulau utama yaitu Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool, sehingga  diberilah nama  Raja Ampat atau yang berarti  'Empat Raja'.  Raja Ampat bisa dikatakan sebagai surganya terumbu karang. Karena masih banyak terumbu karang yang kondisinya masih sangat baik. Misalnya saja di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag hampir 90% masih tertutup terumbu karang.

Selain terumbu karang, banyak juga ditemui spesies-spesies yang unik seperti beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.

Raja Ampat benar-benar memanjakan para wisatawan yang mengunjunginya, terutama bagi para penyelam. Karena daerahnya terdapat banyak pulau dan selat yang sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Meskipun demikian, Raja Ampat juga menyuguhkan keindahan pantai berpasir putih yang sangat indah dan terdapat pula gugusan pulau-pulau karst nan mempesona, ditambah kagi adanya  flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek, sehingga tidak rugi bila kita mengunjungnya.

Mengunjungi Raja Ampat ini cukup mudah meskipun butuh waktu yang lama dan biaya yang tidak murah. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Jakarta atau Bali ke Sorong via Makassar atau Ambon dan Manado selama kurang lebih 6 jam penerbangan. Dari Sorong, kota yang cukup besar dengan fasilitas lumayan lengkap. Untuk menjelajahi Raja Ampat pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resort Raja Ampat Dive Lodge.

Selain dihiasi oleh pemandangan yang sangat menawan, Raja Ampat memiliki masyarakat yang sangat ramah. Pada umumnya mereka  berprofesi sebagai nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Bila ada tamu dari luar daerah Raja Ampat, mereka menyambut dengan suka cita. Apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam 'pipa perdamaian indian' di Raja Ampat. Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga "Para-para Pinang" seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu. Jadi, tunggu apa lagi. Selamat bertravelling.